Senin, 21 November 2011

Senja bersama bayang-bayang buta..


Di bawah barisan kapas putih yang berarak menghias angkasa luas.. Ditemani bisikan-bisikan kemayu angin dalam keteduhan mega menuju senja.. Aku duduk di balik jendela lebar ruang tamu flat ku di lantai tiga.. Sebentar-sebentar ku alihkan pandangan ku ke arah jalan beraspal yang dihiasi mobil-mobil sedan di sisi kanan dan kirinya.. Anak-anak ramai bermain bola di depan sebuah gedung sekolah yang di bagian atas nya terpancang gagah sebuah bendera berwarna merah putih dan hitam, bendera mesir.. Aku tersenyum.. Kembali ku tatap payung bumi berwarna biru muda dan awan yang kini sudah mulai tak putih lagi.. Warnanya agak keemasan dibias cahaya matahari yang tengah beranjak menuju tempat peraduannya.. Tersenyum menatap senja.. Melihat jalan kupu-kupu yang mengarah ke langit sana.. Ku coba menghilangkan segala galau.. Ku coba menenangkan segala risau.. Dan ku coba sedikit demi sedikit mengobati tiap luka yang pernah hadir dan masih membekas di hati ku..

Aku tersenyum.. Sambil mendengarkan lantunan ayat-ayat penuh cinta dari headphone handpone ku.. Sambil sesekali melafadzkan dzikir-dzikir pendek ketika ku ingat betapa kerdil aku di antara besarnya alam raya yang Allah ciptakan ini.. Ahhhh.. Ya Allah.. Bahkan nikmat-Mu lebih banyak daripada udara yang tiap hari masih bisa aku hirup.. Ya Allah.. Bahkan ampunan-Mu jauh lebih luas dari bentangan langit yang kini tengah aku saksikan.. Ya Allah.. Kini pipi ku mulai hangat dialiri air mata penyesalan atas dosa yang pernah aku lakukan.. Entah sampai kapan aku mampu bernapas menghirup udara di dunia ini.. Atau sampai kapan mata ku bisa melihat arakan awan di angkasa luas.. Entah sampai kapan.. Ahhh Ya Allah.. Ya Allah..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar